Ya..uang memang bukan segalanya, tapi ternyata segalanya butuh uang…
Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri, kenapa ada orang lain yang mampu menghasilkan uang lima kali, sepuluh kali atau bahkan seribu kali lebih banyak dari jumlah yang Anda terima? Apakah karena mereka seribu kali lebih cerdas dari Anda? Apakah mereka seribu kali bekerja lebih keras dari Anda? Atau karena mereka lebih beruntung dari Anda? Hmm…waktu yang mereka miliki sama dengan Anda…sama-sama 24 jam… Jadi semua jawabannya TIDAK !!
Ketika bersekolah banyak teman-teman anda yang kelihatannya lebih malas, raport nya jelek, rangking-nya di ujung, tetapi sekarang jauh lebih sukses secara finansial. Dulu raport mereka penuh dengan angka merah, sekarang laporan keuangan mereka penuh angka “A”. Mengapa? Karena mereka tahu cara memainkan uang, sementara sebagian orang belum mempelajari bagaimana permainan tersebut berjalan…
Sayangnya, kita tidak pernah diajari bagaimana menghasilkan uang atau bagaimana mengelola kekayaan kita. Padahal uang adalah topik yang penting dalam kehidupan kita. Untuk meraih kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, hubungan dan keluarga, kita harus aman secara financial. Tak ada yang membantah definisi dari kebutuhan untuk memiliki uang yang cukup.
Kenapa sebagian orang dapat melihat dan menindaklanjuti banyaknya kesempatan yang banyak mendatangkan uang sementara SEBAGIAN BESAR lainnya tidak? bahkan melihatnyapun tidak… Hal ini disebabkan karena keyakinan yang telah terbentuk dalam alam bawah sadar mereka.
Tanpa disadari Anda menerima keyakinan yang bersifat membatasi dan asosiasi terhadap uang yang menyakitkan dari para anggota keluarga, teman, guru dan relasi Anda. Begitu banyak orang diajari, apabila mereka berfikir tentang uang atau terlalu memimpikan uang…maka mereka itu akan di cap “mata duitan” atau “otak uang”. Akibatnya alam bawah sadar mereka mulai meng-asosiasikan pemikiran dan keinginan terhadap uang sebagai sesuatu yang buruk…
Tanpa disadari, ada banyak sekali orang yang dibesarkan dalam keluarga pekerja yang melihat orang tua mereka bekerja begitu keras untuk mendapatkan uang, tanpa disadari mereka percaya bekerja keras adalah satu-satunya cara untuk menghasilkan uang. Kepercayaan ini menyebabkan mereka hanya mendapatkan uang sedikit, mereka TIDAK MENYADARI bahwa uang yang banyak berasal dari GAGASAN buka sekedar bekerja keras…
Masihkah kita perlu “Kerja Keras Banting Tulang Untuk Sesuap Nasi”? Sudah kerjanya keras sampai tulang dibanting-banting…yang dapet cuma sesuap nasi…. Nah…bagaimana pendapat Anda?
Memang banyak dari kita dibekali mindset negatif dari era orang tua kita, bahwa kalau ingin kaya harus bekerja keras banting tulang, mereka memberikan bekal di pikiran bawah sadar untuk selalu belajar dulu, dapat ranking bagus di kelas, raih IP cumlaude biar dapat kerjaan yang bagus. Tapi semua itu tidak berguna. Di era informasi ini, bekerja sebagai karyawan tidak sepenuhnya solusi yang tepat, karena kehidupan finansial kita tidak bergantung pada perusahaan, tidak bergantung pada pemerintah, tidak bergantung pada orang tua dan yang jelas tidak bergantung pada orang lain. Kebebasan finansial tergantung dari Diri kita sendiri. Siapa yang menguasai informasi dia yang akan menang. Untuk sukses harus selalu terus belajar dari orang sukses pula. Insya Allah dengan pikiran positif dan mempunyai visi jauh ke depan kita akan bertemu di pintu kesuksesan. Belajarlah dari yang terbaik di bidangnya, gunakan faktor kali untuk mempercepat bisnis anda dan selalu berikan nilai tambah demi kemajuan bisnis anda. Mari kita belajar bersama dan semoga bermanfaat
Thanks pak Rully atas mentoringnya di EU Bogor, saya sangat terinspirasi dengan bapak. Salam Sukses !!
[Reply]
Broer Reply:
March 25th, 2009 at 11:44
dibidang apapun (retail, kuliner, otomitiv, dsb) selalu ada kaum minoritas….dan mereka adalah orang2 hebat….mayoritas lainnya biasa-biasa saja bahkan banyak yg bangkrut…nah jadilah kaum MINORITAS dibidangnya…supaya jadi minoritas? belajarlah pada mereka (yg minoritas) !!!
[Reply]
[...] Pagi ini saya membaca sebuah artikel pada blog sahabat saya Joko Susilo judulnya 5 Hal Yang Melejitkan Orang (Biasa) Menjadi Luar Biasa. Menarik, karena baru saja saya membahas masalah ini bersama teman-teman termasuk artikel saya sebelumnya. [...]
pintar dalam pelajaran bukan berarti pintar mencari uang kenyatanya teman gua waktu sekolah pinter bahlkan sampai dapat juara umum tingkat provinsi naaaaaaaaah sekarang jadi apa dia pengangguran nah dari situ gua bisa liat kalau seseorang yang pintar bukan berarti pintar dalam cari uang mungkin aja mereka lebih bodo dari anda…
[Reply]
wew klo duit udah dibicarain…hehe
[Reply]