Home » Mengakui Masa Lalu Positif Anda

Mengakui Masa Lalu Positif Anda

Kesuksesan Kecil yang diingat, akan membuat kita fokus pada "rasa" sukses

Kesuksesan Kecil yang diingat, akan membuat kita fokus pada "rasa" sukses

Marilah kita mulai menghargai kesuksesan-kesuksesan kecil yang setiap hari kita capai. Ukuran kesuksesan yang terlalu tinggi membuat kebahagiaan menjadi sulit diraih, padahal jika kita mau sedikit bertanya pada diri sendiri, sungguh dalam sepanjang hidup ini lebih banyak “tertawanya” dari pada “menangis”.

Coba kita simak sebuah artikel dari seorang pelatih sukses terkenal berikut ini:

Kebanyakan orang dalam budaya kita lebih mengingat kegagalan mereka daripada keberhasilan mereka. Hal itu merupakan hasil metode pengasuhan anak, pengajaran, dan pengelolaan “biarkan mereka-hukum mereka” yang sangat umum diterapkan dalam budaya kita. Ketika anda masih kecil, orang tua anda membiarkan anda ketika anda bermain dan bersikap patuh, dan kemudian menghukum anda ketika membuat terlalu banyak keributan, mengganggu. Atau ketika memperoleh nilai A didiamkan, tapi dikuliahi panjang-lebar ketika memperoleh nilai C dan D, atau, amit-amit, F.

Disekolah, sebagian besar guru anda menandai jawaban salah anda dengan X alih-alih menandai yang benar dengan tanda centang atau bintang. Dalam olahraga, Anda di maki ketika menjatuhkan bola entah dalam permainan sepak bola atau bisbol. Nyaris selalu ada lebih banyak intensitas emosional disekitar kesalahan dan kegagalan anda daripada di sekitar kesuksesan anda.

Karena otak lebih mudah mengingat peristiwa-peristiwa yang diiringi emosi kuat, kebanyakan orang memyepelekan dan kurang menghargai jumlah kesuksesan yang telah mereka alami dalam kaitannya dengan jumlah kegagalan mereka. Salah satu strategi untuk melawan fenomena itu adalah dengan secara sadar terfokus pada kesuksesan anda, Salah satu latihan yang saya lakukan dalam seminar korporat saya adalah meminta setiap peserta menceritakan satu kesuksesan yang telah mereka capai selama seminggu terakhir. Saya selalu takjub melihat betapa sulitnya hal itu bagi kebanyakan orang. Banyak orang berpendapat mereka tidak pernah mengalami kesuksesan. Mereka bisa dengan mudah memberitahukan 10 kesalahan yang mereka lakukan selama 7 hari terakhir tapi jauh lebih kesulitan menceritakan 10 kemenangan yang telah mereka raih.

Sedihnya, sebenarnya kita punya jauh lebih banyak kemenangan dibanding kegagalan-hanya saja kita terlalu tinggi mematok batasan kesuksesan. Seorang teman, bahkan menyatakan bahwa ia tidak pernah sukses. Ketika saya bertanya masalah aksennya, ia memberitahu kami bahwa ia meninggalkan Iran ketika Shah digulingkan pada tahun 1979.

Ia telah memindahkan seluruh keluarganya ke jerman, dimana ia belajar bahasa jerman dan menjadi mekanik mobil. Baru-baru ini ia memindahkan seluruh keluarganya ke amerika serikat, belajar bahasa Inggris dan sekarang sedang mengikuti sebuah program keahlian mengelas-tapi menurutnya ia tidak pernah sukses! Ketika kelompok kami bertanya apa devenisinya tentang kesuksesan, ia menjawab bahwa kesuksesan adalah memiliki rumah di Beverly Hills dan mengendarai Cadillac.

Dalam benaknya, sesuatu di bawah kedua hal itu bukanlah prestasi. Perlahan-lahan, dengan sedikit bimbingan, ia mulai melihat bahwa ia punya banyak pengalaman sukses setiap minggu.Hal-hal sederhana seperti sampai ditempat kerja tepat waktu itu, belajar bahasa Inggris, menghidupi keluarganya, dan membelikan puterinya sepeda pertamanya adalah kesuksesan.

4 Responses to “Mengakui Masa Lalu Positif Anda”

  1. yogatama says:

    aahhh…
    Mungkin itu juga yang selama ini mengukung kita untuk maju dan lebih sukses.
    Thanks for pencerahannya.

      

  2. dinar says:

    mantabbss,, saya jga terkadang merasa sangat sulit menentukan kesuksesan2 saya setiap harinya….

      

  3. sukses memang benar2 proses, tak ada ilmu roket tuk meraihnya

      

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>