Take Action, Miracle Happen !!

Bulan puasa tahun 2007, saya diminta untuk ngisi Workshop Entrepreneur University (EU) disebuah kota di Kalimantan. Pertemuan itu sangat berkesan bagi saya, karena saat break ada salah satu alumni (peserta angkatan sebelumnya) datang menghampiri saya sambil menunjukan sebuah brosur. Namanya sebut saja ibu Ani (bukan nama sebenarnya), usia kurang lebih sekitar 40 tahun-an. Ibu Ani ini rupanya sangat bersemangat sekali…karena bisnis Laundry-nya sudah mulai jalan dan brosur yang diberikan pada saya adalah brosur laundry-nya.

img_02532Ibu Ani dengan penuh semangat bercerita, ia adalah seorang ibu rumah tangga biasa dan ikut workshop EU karena ingin punya bisnis dan penghasilan sendiri sementara suaminya adalah seorang karyawan. Mimpinya adalah ingin punya bisnis Laundry, kendalanya adalah suaminya sendiri…yang mungkin karena tidak begitu paham dunia entrepreneurship yang ada dalam fikirannya bahwa membangun bisnis itu perlu persiapan, modal, prosedur, kelengkapan, dan sebagainya sehingga mimpi itu ahirnya hanya jadi angan-angan saja.

Karena melihat kondisi itu dan mungkin saking udah kebeletnya pengen punya bisnis, ahirnya ibu Ani Take Action sendiri. Setelah korek sana korek sini, dari sisa-sisa belanja dan tabungannya, terkumpulah uang sebesar Rp 1.150.000. Bermodal uang tersebut dan corat-coret konsep brosur ibu Ani pergi kepercetakan, karena ia tidak mengerti prosedur cetak mencetak dan takut uangnya tidak cukup….ia hanya bilang seperti ini, “Ini saya ada uang 800rb, tolong bikinin brosur seperti ini isinya…terserah mau dapet berapa lembar…” ia takut kalo nanya-nanya harga brosur, itungannya nggak masuk dan malah nggak jadi bikin brosurnya…

Singkat kata ahirnya brosurnya selesai dicetak (dapat sekitar 10.000 lembar) dan berbekal sisa uang yang ada, ia sebarkan (melalui agen yang infonya juga di dapat dari percetakan) keseluruh pelosok kota.

Isi brosurnya kurang lebih seperti ini:

Telah Dibuka Laundry “AAAA” (saya lupa namanya)
Garansi 125%
Cepat, Rapih dan Bersih
Hubungi: …..

Yang sangat menarik perhatian saya adalah di bagian ahir ada tag line cukup menyolok, besar dan menggunakan warna serta font yang menarik perhatian…

“MENGGUNAKAN MESIN CUCI AIR PANAS DAN DINGIN”

Saya sendiri saat itu nggak ngerti, apa ada mesin cuci yang khusus pake air panas? Tapi ah, kalaupun nggak ada kan tinggal rebus air saja apa susahnya…begitu kata ibu Ani ketika fokus saya tertarik pada tag line yang ada di brosurnya. Kan kata pak Rully harus ada penawaran yang menarik ketika bikin brosur atau iklan…hehehehe…rupanya nangkep juga ni ibu…menarik…menarik…

Beberapa teman peserta workshop ikut mendengarkan cerita ibu ini dengan penuh antusias…

Take Action Miracle Happen… sehari setelah brosur dibagikan telepon di rumah bu Ani berdering, betapa bahagianya ibu ini karena telepon yang masuk adalah calon klien pertamanya. Rupanya ada salah satu Spa yang cukup besar di kota tersebut tertarik dengan promosi pada brosur yang menyebutkan “Menggunakan Mesin Cuci Air Panas Dan Dingin”, ahirnya terjadilah kesepakatan dan ibu Ani diminta untuk MENGIRIM ORANG guna mengambil cucian yang sudah siap. “Baik bu, segera orang saya akan sampai di tempat ibu dalam waktu kurang dari 30 menit…”, demikian kurang lebih kata bu Ani pada calon pelanggan pertamanya.

Bu Ani kemudian berkemas dan berangkat untuk ngambil order cucian, sesampainya di tujuan dengan tanpa ragu bu Ani langsung masuk dan berkata, “Maaf, saya dari Laundy ‘AAAA’ disuruh bos saya untuk ngambil order cucian…”, hehehe…kali ini dia ngaku jadi delivery…kan kata mentor-mentor kalau mengawali bisnis kita ini sering kali berperan ganda. Bisa jadi bos, bisa jadi OB, bisa jadi sekretaris pokoknya bisa jadi apa saja…hehehe…
Namun yang membuat ia kaget dan shock bukan itu, melainkan jumlah orderan yang tidak disangka-sangka. Total order cucian pertama ini jumlahnya nggak nanggung-nanggung lebih dari empat karung besar padet-padet….sampai bingung dia bawanya…ahirnya harus sewa angkot.

Saking semangatnya ia lupa bahwa di rumah selama ini ia nggak punya mesin cuci. Ini baru ia sadari ketika sampai rumah…karena bingung nggak tahu mesti diapain ahirnya tuh cucian dia simpan saja di salah-satu kamar kosong di rumahnya, sambil menunggu suaminya pulang…

“Wah, bakal perang dunia ketiga nih…”, begitu pikirnya. Karena suaminya pasti akan marah besar melihat keadaan ini.

Betul saja…waktu suaminya pulang selesai makan malam ahirnya ibu Ani menceritakan semua kejadian ini. Suaminya kaget dan marah besar…marah mungkin karena suaminya ini juga bingung mesti diapain dan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Selama suaminya marah bu Ani diam saja…karena merasa bersalah….

Baru setelah marah suaminya reda, bu Ani mencoba untuk bicara. “Maafkan ibu, sudah membuat Ayah kesal dan marah. Tapi kalau ayah terus marah juga masalah ini nggak selesai. Ibu ngerti ayah bingung dan kesel, sekali lagi maafin ibu ya…”, kurang lebih gitu kata bu Ani pada suaminya. “Kalau ayah masih sayang sama ibu, yuk bantuin ibu…kita cuci aja ini manual berdua…”, lanjut bu Ani sambil sedikit merayu. Ahirnya suaminya karena mungkin nggak tega juga…terjun bantuin nyuci semua orderan itu. Bener sih pake mesin cuci air panas…karena katanya mereka rebus air panas dulu…hehehehehe…

Ahirnya itu suami-istri bahu membahu semalaman menyelesaikan orderan pertama ini, selesai jam 03:30 pagi!! Dan sang suami terkapar kelelahan sampai besoknya nggak bisa kerja. Sang istri sangat bersemangat ternyata bisnis impiannya ini bisa berjalan…jam 10 pagi order cucian sudah selesai bisa di antar. Yang punya Spa senang karena lebih cepat dari yang dijanjikan…hari itu selain dapat bayaran untuk order yang pertama, bu Ani juga dapat DP untuk order yang ke-dua. Uang itulah ia gunakan untuk DP beli Mesin Cuci pertamanya….

TAKE ACTION, MIRACLE HAPPEN…bulan April 2008 saya berkesempatan lagi hadir di kota tersebut dan berusaha untuk mencari ibu itu di workshop tidak ada. Saya tanya ke pengelola, ternyata ibu tersebut sejak cerita pada saya beberapa bulan yang lalu nggak pernah datang lagi ke workshop….kenapa? sudah sibuk sama bisnisnya…outletnya sudah 4 cabang di tiga kota sekitarnya…dan ia sudah jadi dealer salah satu produk mesin cuci nasional untuk wilayah proprinsinya….

TAKE ACTION, MIRACLE HAPPEN…



15 Responses to “Take Action, Miracle Happen !!”

  1. [...] situasi sesulit apa pun – akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain “berani mencoba” dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau [...]

  2. [...] HANYA segelintir entrepreneur yang dapat mencapai tangga sukses teratas tanpa perjuangan dan pengorbanan. Resepnya, antara lain, kalau melakukan kesalahan, mereka melupakannya dan terus bekerja, hingga akhirnya mencapai kesuksesan. Menurut saya, kita sebagai entrepreneur harus selalu berani berpikiran sukses dan berani mengembangkan kepercayaan diri. [...]

  3. [...] pertanyaan, mengapa orang itu sulit memulai usaha. Dan, ahirnya banyak alasan yang sengaja dicari-cari yang dijadikan sebagai alasan pembenar, bahwa [...]

  4. wah ceritanya bagus pak, it is inspiring me. Btw aku juga dah action tinggal fokus ke bisnisnya walaupun bunga naik… saya yakin badai pasti berlalu (hehhe kaya lagu aja)

    [Reply]

  5. [...] karena itu, kenapa kita tidak mau mencoba menjadi pengusaha. Kalau kita punya mimpi dan tekad besar, saya berkeyakinan, kita bisa menjadi entrepreneur. [...]

  6. [...] 9 unit. Saya berpikir “sepertinya ini yang dinamakan peluang”. Masak saya tidak berani mengambil peluang tersebut? Walau saat itu saya hanya punya 1 laptop butut sementara 8 laptop lagi dapat dari mana saya juga [...]

  7. [...] ini diwujudkan dengan membentuk Enterpreuner University (EU). Dengan dibimbing langsung oleh Purdi, EU kini telah memiliki 37 angkatan. Di sana tak ada nilai, [...]

  8. udibasuki says:

    sangat inspiratif.saya jadi terharu membacanya.
    persis kayak cerita saya membuka toko emas online : udi basuki
    tak ada emas,tak ada modal.hanya berbekal buat blog ,jadilah http://duniaemas.blogspot.com
    sampai teman saya yang punya toko emas beneran nggak percaya,bahwa saya mengirim emas sampai ke kalimantan.
    heran dia,kok yang beli emasnya cuma saya.
    dia jual emas di pasar,saya jual emasnya antar pulau.
    tq

    [Reply]

  9. [...] kita janganlah mudah percaya pada mitos yang mengatakan, bahwa usaha ini tak mungkin dimulai dengan modal dengkul. Begitu pula mitos yang mengatakan, bahwa modal dengkul berarti mulai kecil – kecilan. Saya [...]

  10. Semoga bisa menular ke kita semua…. amiinnn…

    [Reply]

  11. abeb says:

    wa………………h
    gila nih ibu, boleh tuh keberaniannya’
    gue tiru ah’…….

    [Reply]

  12. lek says:

    setelah dengar cerita ibu nani saya menjadi terobsesi ingin membuka laundry……..kayaknya saya harus pakai jurus ATM

    [Reply]

  13. ekopri says:

    Ini yang namanya ilmu kepepet, solusinya tidak terduga dan justru inilah yang bisa buat kita maju. Yang penting berani melangkah dulu. Salam Kanan !

    [Reply]

  14. pengenkaya says:

    seru juga belajar bisnis, thanks buat infonya.. sukses bro..

    [Reply]

  15. Indra says:

    the great inspirational

    [Reply]

Leave a Reply

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.